Fungsi AVR Pada Generator Set

Fungsi AVR Pada Generator Set

Berbicara mengenai genset atau generator set, tentu Anda akan menemui istilah AVR.

Apa sebenarnya fungsi AVR pada generator set?

Automatic Voltage Regulator atau AVR sesuai dengan namanya, AVR memiliki fungsi dalam menjaga stabilitas tegangan listrik dari genset serta menghadapi beban listrik yang bisa berubah kapan saja. Seperti yang sudah Anda ketahui, kondisi voltase listrik yang tidak stabil dapat merusak perangkat listrik sensitif yang Anda miliki.

Tidak hanya dapat menstabilkan tegangan, tetapi AVR juga memiliki fungsi lain, yaitu.

  • Alat untuk mengatur tegangan keluaran alternator atau generator listrik.
  • Stability dan pengatur dari tegangan jatuh (Drop Voltage) yang dijalankan secara paralel.
  • Sistem pengaman tegangan lebih dan beban atau arus lebih yang terjadi pada generator.

AVR sebagai alat untuk mengatur tegangan keluaran pada generator listrik AC 3 Phase agar tetap stabil

Prinsip kerja dari Automatic Voltage Regulator pada alternator atau generator listrik AC 3 phase ada 2 jenis yang berdasarkan excitation yaitu.

  • Self – Excited Generator
  • PMG – Excited Generator

Perbedaan dari 2 sistem tersebut berada pada PMG (Permanent Magnet Generator) atau penambahan magnet permanen. Untuk Self – Excited Generator tidak dilengkapi dengan PMG, sedangkan untuk PMG – Excited Generator sesuai dengan namanya dilengkapi dengan PMG.

Sistem excited generator yang dilengkapi dengan PMG, memiliki kelebihan tersendiri dalam pemberian suplai tegangan agar menjadi lebih stabil ke gulungan exciter, berikut prinsip yang digunakan.

 

  • AVR menerima tegangan keluaran dari gulungan utama yang ada pada generator, dan digunakan sebagai suplai agar dapat dikirimkan ke gulungan exciter. Selain itu tegangan yang telah diterima oleh AVR dari gulungan utama tersebut dapat digunakan sebagai sensor. Untuk melihat seberapa besar tegangan yang dihasilkan oleh generator tersebut.

 

  • Besarnya tegangan yang dikirimkan dari AVR menuju gulungan Exciter disesuaikan menurut tegangan keluaran generator yang diterima AVR dari output voltage.

 

  • Jika tegangan keluaran yang dihasilkan oleh generator kurang dari tegangan yang Anda inginkan, maka AVR dapat mengirimkan tegangan yang lebih ke gulungan exciter. Lalu AVR dapat mengurangi suplai tegangan ke gulungan exciter dengan syarat bahwa tegangan yang disensor dari gulungan utama sudah mencapai tegangan yang diinginkan.

 

Prinsip kerja AVR pada PMG generator hampir sama dengan sistem self – excited generator, meskipun terdapat 2 perbedaan seperti berikut:

Permanent Magnet Generator atau PMG terdiri dari 2 bagian yaitu rotor dan stator. PMG akan menghasilkan tegangan yang dikirimkan menuju AVR agar dapat dikirimkan kembali ke gulungan exciter. Tegangan yang dihasilkan oleh PMG ini bersifat tetap dimana akan sesuai dengan kecepatan putaran penggerak generator.

Jika di self – excited gulungan exciter akan menghasilkan listrik secara sendiri agar dapat menyuplai ke gulungan rotor, di PMG gulungan exciter akan membutuhkan bantuan suplai tegangan dari PMG.

 

AVR berfungsi sebagai stability serta pengatur dari tegangan jatuh atau drop voltage untuk generator yang dijalankan secara paralel

Selain dapat mengatur output voltage pada generator listrik, AVR juga memiliki fungsi sebagai pengatur terhadap tegangan jatuh di generator yang akan dioperasikan secara paralel. Generator tersebut tentunya harus memiliki tegangan yang sama besarnya.

Namun ada kemungkinan terjadi dimana beban yang diterima mengalami perbedaan arus yang akan menyebabkan tegangan dari generator tersebut menjadi jatuh atau dinamakan drop voltage. Jika tegangan dari salah satu generator jatuh, maka akan menyebabkan nilai tegangan dari kedua genset yang sedang melakukan paralel menjadi berbeda. Tentu saja salah satu dari generator akan menerima beban daya yang lebih besar, ketidak seimbangan ini akan menyebabkan generator mengalami kelebihan beban (over load).

Dengan adanya AVR maka akan membantu untuk mendeteksi jika terjadi tegangan yang jatuh agar kondisi dari masing-masing tegangan tetap stabil meskipun adanya beban arus yang mendadak. AVR dilengkapi dengan sebuah sistem yang dinamakan Droop kit atau Droop CT.

AVR berfungsi sebagai sistem pengaman tegangan, beban dan arus lebih yang terjadi pada generator

AVR dilengkapi dengan sebuah pengaman untuk melindungi dari berbagai gangguan yang bisa saja terjadi pada sistem generator listrik. Bernama Over Current Exciter.

Jika generator diberikan beban daya yang melebihi kapasitas kemampuan, maka secara otomatis AVR akan berusaha untuk mengirimkan tegangan yang besar kepada gulungan exciter tersebut. Jika arus yang dikirimkan ke exciter melebihi batasan yang sudah ditetapkan oleh AVR, maka rangkaian listrik akan terputus serta menyebabkan gulungan utama pada generator tidak akan mengeluarkan tegangan listrik lagi.

Chat With Us