genset diesel

Pengetahuan Dasar Tentang Genset Diesel

genset diesel

 

Pada kesempatan kali ini kami tidak akan membahas generator set atau genset yang dapat menjawab kebutuhan listrik Anda. Tetapi pada saat ini kami akan memberikan pengetahuan dasar tentang genset diesel yang cukup penting untuk Anda ketahui, terlebih bagi Anda yang baru saja ingin membeli genset atau yang sudah memiliki genset sejak lama.

Generator set diesel adalah bentuk dari pembangkit listrik yang berperan sebagai penggerak utama atau prime power yaitu mesin diesel yang dihubungkan dengan generator listrik dalam satu dudukan yang kokoh dan pasti serta sudah terinstal dengan baik sehingga saat pengoperasiannya pun dapat dijalankan dengan baik. Sebagai sebuah unit yang dapat menghasilkan energi listrik yang berbahan bakar diesel, tentu saja memiliki komponen atau bagian-bagian yang memiliki peranan penting dan saling terikat. Apa saja bagian-bagian tersebut?

 

Radiator

Radiator merupakan bagian yang terdapat pada genset diesel dan memiliki fungsi sebagai pemindah atau pelepas dari kalor mesin. Konstruksi radiator ini terdiri dari beberapa pipa-pipa yang tipis dan disusun sejajar atau satu sama lain saling dilekatkan melalui plat tipis. Konstruksi ini memiliki tujuan agar dapat memperluas bidang permukaan dari air yang melewati pipa radiator, dibantu dengan hembusan angin yang berasal dari kipas radiator yang melewati kisi-kisi serta sirip-sirip radiator saat proses pembuangan terjadi. Hal ini dapat Anda rasakan dengan adanya angin atau udara yang keluar dari radiator memiliki hawa hangat atau panas. Berikut yang membedakan sistem pendinginan pada generator engine;

 

  • Direct Air Cooling System
    Merupakan sistem pendinginan udara yang dihembuskan dari kipas centrifugal yang tersambung secara mekanik dengan mesin engine. Pendinginan ini tidak menggunakan air dimana bagian dari mesin engin dibentuk sebaik dan sedemikian rupa dengan kisi-kisi yang berselungkup agar memiliki luas yang lebih pada bagian mesin sehingga proses pendinginan menjadi lebih maksimal dan optimal. Sistem pendinginan model ini memang jarang digunakan dan hanya untuk genset berkapasitas kecil saja.

 

  • Direct Water Cooling System
    Sistem pendinginan yang menggunakan bantuan air yang telah disirkulasikan melalui radiator melalui water pump. Kalor panas yang telah disirkulasikan oleh radiator ini nantinya akan dibuang dengan menggunakan kipas radiator yang telah tersambung secara direct maupun dengan V-belt ke mesin engine. Pada keadaan dingin air yang telah disirkulasikan akan secara langsung menuju engine tanpa melalui radiator.

 

  • Separate Water Cooling System
    Sistem pendinginan terpisah, kenapa melalui proses yang terpisah? Hal ini disebabkan pada umumnya engine berada di dalam ruangan sedangkan radiator berada di luar ruangan. Tetapi sebagai penggantinya penggerak kipas hanya menggunakan motor listrik yang telah di supply dari generator itu sendiri. Sistem pendinginan ini biasanya digunakan pada generator yang memiliki kapasitas lebih dari 1 MW (Mega Watt), dan sangat cocok untuk meletakkan generator di lantai bawah atau basement.

 

  • Cooling Tower Water Cooling System
    Merupakan jenis sistem pendinginan yang terakhir karena menggunakan menara pendingin (cooling tower) dimana akan ada air yang dipompa dan disirkulasikan ke cooling tower. Air tersebut kemudian dilewatkan pada pipa berlubang untuk disemprotkan dalam bentuk butiran air (spray) sehingga titik-titik air menjadi dapat bersinggungan secara langsung dengan udara yang dihisap keluar. Sehingga proses pendinginan yang terjadi adalah air yang telah dingin akan disirkulasikan melewati heat-exchanger yang mana terdapat pipa air yang telah tersambung ke dalam mesin sedangkan dalam sirkulasi menuju cooling tower akan terjadi sebuah sirkulasi open circuit.

 

 

Water Pump

Water pump ini merupakan bagian dari mesin engine diesel yang akan berperan dalam sirkulasi air pendingin (cooling tower) dari engine ke radiator dan akan kembali lagi menuju engine. Water pump ini akan digerakkan oleh putaran mesin itu sendiri yang akan melewati mekanisme pulley yang disambungkan dengan V-belt.

 

Dinamo Starter

Terakhir adalah teori dasar dari mesin genset diesel adalah dinamo starter. Merupakan bagian dari mesin yang berperan sebagai penggerak awal dari mesin. Melalui proses serta mekanisme roda gigi dan pinion dinamo starter ini akan menggerakkan flywheel. Pada saat awal putaran poros akan menghasilkan kompresi di ruang pembakaran dan putaran injection pump yang akan mengabutkan bahan bakar. Setelah proses pembakaran ini terjadi dan menghasilkan gerakan berputar sendiri, dan dinamo akan lepas dari gigi flywheel.
Memiliki desain yang baik, dimana hanya akan bekerja pada saat starting dimulai. Dengan daya kapasitas yang besar dan mempunyai ukuran fisik yang kecil maka kemampuan dinamo starter ini tidak akan mampu untuk menahan panas yang cukup lama saat pengoperasian yang lama. Paling tidak membutuhkan waktu starting yang tidak boleh lebih dari 10 detik dan dalam satu periode tidak lebih dari 7 kali starting. Untuk itu, Anda membutuhkan panel kontrol yang telah dilengkapi dengan safety relay yang akan membantu Anda untuk membatasi proses starting tidak melebihi 10 detik lamanya.

 

dinamo starter

 

Berikut cara membangun atau membentuk sebuah genset listrik, sangat simpel tetapi tetap perlu diperhatikan setiap detailnya.

 

  1. Menentukan asal dari energi yang akan Anda ubah ke energi listrik, dimana Anda dapat menggunakan apapun yang ada asalkan dapat berputar mengikuti porosnya seperti kincir angin.
  2. Coil panjang kawat untuk membentuk bulat yang relatif memiliki ukuran besar, sebelum Anda membuatnya pastikan bahwa kedua ujung kawat tersebut dapat diakses dan menghasilkan banyak listrik.
  3. Hubungkan loop kawat sebagai sumber energi Anda, jangan lupa untuk memastikan bahwa loop memiliki dukungan baik dan tidak bergerak dengan hanya asal-asalan saja.
  4. Tempatkan magnet yang kuat pada sekitar loop, sehingga loop dapat berputar secara bebas.
  5. Meletakkan sumber energi ke baterai yang lebih besar.
  6. Mengaktifkan asal energi Anda
  7. Dan Anda sudah berhasil menghasilkan energi listrik dengan energi yang berasal dari beberapa energi lainnya seperti energi gerak atau energi kinetik.

 

 

× Chat With Us